Kamis, 27 April 2017

Strategi Yamaha Dalam Memenangi Persaingan Teknologi Fuel Injection Pada Industri Otomotif Indonesia


06 Februari 2012 13:56:23 Diperbarui: 25 Juni 2015 19:59:29 Dibaca : 4,089 Komentar : 1 Nilai : 0 Durasi Baca : 7 menit 1328535045331042657 Sumber : http://modoficationsyamaha.blogspot.com Era Teknologi Fuel Injection (FI) di Indonesia Persaingan antar pelaku industri otomotif di Indonesia bisa dikatakan sangat ketat, salah satunya adalah industri sepeda motor. Beberapa langkah strategis pun dilakukan oleh para pelaku industri yang ada mulai dari aktivitas promosi yang gencar, penekanan harga produk hingga penciptaan produk yang lebih inovatif. Kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan hanya untuk satu tujuan yaitu memenangi persaingan yang akan berdampak terhadap tingginya laba yang diterima. Keadaan ini seperti inilah yang akan menjadikan sebuah perusahaan otomotif tetap selalu eksis dalam menjalankan bisnisnya. Di Indonesia setidaknya ada beberapa brand sepeda motor terkenal yang telah lama menjadi idola masyarakat luas seperti YAMAHA, Honda, Suzuki, dan Kawasaki. Selain brand di atas, industri sepeda motor di Indonesia juga diramaikan oleh beberapa pendatang baru seperti Bajaj dan TVS. Banyaknya perusahaan sepeda motor yang ada tentunya selaras pula dengan peningkatan persaingan bisnis di antara brand-brand terkenal tersebut. Dalam rangka memenangi persaingan dalam industri sepeda motor tanah air, brand-brand terkenal kini terus berlomba untuk memikat hati masyarakat. Salah satu bentuk persaingan tersebut dapat dilihat dari inovasi teknologi yang mereka usung. Jika kita membicarakan teknologi yang paling mutakhir saat ini maka tidak akan terlepas dari teknologi Fuel Injection (FI). Teknologi ini digadang-gadang akan menjadi trend di masyarakat luas mengingat banyak sekali kelebihan yang dapat dinikmati oleh konsumen dari penggunaan teknologi ini. Penerapan teknologi FI khususnya di Indonesia masih relatif baru. Tercatat hanya beberapa brand yang mulai menerapkan teknologi ini misalnya Yamaha yang lebih dikenal dengan sebutan Mixture Jet-Fuel Injection (YMJET-FI). Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh teknologi FI dibandingkan motor biasa meliputi akselerasi dan tenaga mesin yang lebih baik, konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan emisi gas buang lebih rendah. Melalui sistem injeksi, jumlah pemakaian bahan bakar disesuaikan dengan kebutuhan mesin sehingga penghematan dapat terjadi sampai 30%. Teknologi FI juga begitu ramah terhadap lingkungan kerena menghasilkan tingkat polusi yang rendah sehingga sesuai dengan standar Euro 3 yang akan diterapkan oleh pemerintah pada tahun 2013. 13285351331918265590 http://www.123rf.com Hingga awal tahun 2012 baru ada dua brand sepeda motor yang mulai menjajaki teknologi FI yaitu Honda dan Yamaha. Kedua brand ini terus bersaing yang seakan kembali mempertegas diri mereka sebagai top two perusahan sepeda motor dengan penjualan terlaris. Persaingan antara Honda dan Yamaha di bidang produk sepeda motor FI terasa semakin memanas. Pada tahun 2011, Honda mengeluarkan dua varian sepeda motor yang menggunakan teknologi FI, yaitu Honda Supra-x 125 Helm in dan Honda Spacy Helm in yang cukup laris di pasaran. Yamaha pun tidak mau kalah dengan berencana mengeluarkan tiga varian terbaru motor FI di tahun 2012 yaitu Mio Sporty, Mio Soul, dan Jupiter-Z setelah sukses dengan V-ixion FI yang diluncurkan tahun 2007. Selain persaingan antara Yamaha dan Honda, produsen sepeda motor asal Jepang yaitu Suzuki siap meramaikan persaingan sepeda motor injeksi di tahun 2012. Lalu siapakah yang akan memenangi persaingan teknologi FI pada industri sepeda motor di Indonesia? Kita lihat saja nanti. 13285353191836676728 (Sumber : https://alonrider.wordpress.com) Tantangan dan Peluang Yamaha dalam Menyambut Era FI Ketatnya persaingan industri sepeda motor di Indonesia cukup memusingkan para pelaku industri motor saat ini. Oleh sebab itu, setiap pelaku industri sepeda motor harus berlomba dalam memenangkan pangsa pasar. Yamaha yang merupakan salah satu perusahaan sepeda motor dengan penjualan terlaris di Indonesia harus jeli dalam melihat peluang pasar khususnya dalam menyambut era FI. Berbagai tantangan bagi Yamaha dalam mengembangkan teknologi FI harus diantisipasi sedini dan sebaik mungkin. Tantangan terbesar Yamaha adalah mengalahkan pesaing utamanya yaitu Honda yang juga sedang intens dalam pengembangan produk sepeda motor berteknologi FI. Dalam menghadapi persaingan yang seperti ini Yamaha harus mampu menghasilkan produk berkualitas dengan harga terjangkau. Bila hal ini gagal dicapai maka sudah hampir dipastikan bahwa Yamaha akan kalah dalam bersaing. Selain berbagai tantangan yang harus dihadapi, Yamaha tentu memiliki peluang yang cukup besar dalam memenangi persaingan di bidang sepeda motor FI. Keberadaan Yamaha Engineering Scholl (YES) dapat dijadikan modal berharga dalam mengedukasi pesertanya terkait teknologi FI. Selain mengedukasi dengan teknik perbengkelan, YES juga berperan dalam membentuk jiwa kewirausahaan pada peserta didiknya. Peluang lain yang dimiliki Yamaha dalam mengalahkan kompetitor terdekatnya adalah dengan mempertahankan berbagai citra positif yang ada. Citra positif tersebut tertuang di dalam berbagai penghargaan yang diterima seperti 2 penghargaan Imoty Award, 2 penghargaan Customer Satisfaction Award, 4 penghargaan Digital Marketing Award, Rekor Bisnis, 14 penghargaan Otomotif Award, dan lain sebagainya. Penghargaan-penghargaan yang diperoleh tersebut harus dipandang sebagai citra positif yang wajib dipertahankan dan dijadikan modal berharga dalam menapaki persaingan bisnis yang sangat ketat. 1328535409277328368 Langkah Strategis Yamaha dalam Memenangi Persaingan Bisnis di Bidang Sepeda Motor FI Indikator utama dalam pemenangan suatu persaingan bisnis adalah dilihat dari berapa banyak produk yang dijual dan berapa keuntungan yang diperoleh. Di Indonesia, rekor penjualan sepeda motor terlaris masih dipegang oleh Honda yang mampu menguasi 52,01% pangsa pasar disusul oleh Yamaha dengan menguasi 40,13% dari total market (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, 2011). Dari data di atas terlihat bahwa Yamaha masih kalah bersaing dengan kompetitor abadinya, Honda. Dengan demikian bukan tidak mungkin jika dalam pengembangan produk sepeda motor injeksi Yamaha kembali kalah. Untuk mengantisipasi hal ini, maka produsen Yamaha harus mengambil langkah strategis yang tepat. Dalam hal ini penulis mencoba menyarankan beberapa langkah strategis yang perlu diambil oleh Yamaha untuk selalu menjadi yang terdepan khususnya di bidang sepeda motor FI yaitu sebagai berikut. Optimalisasi Marketing (OM). Strategi marketing yang tepat akan menghasilkan nilai yang memuaskan. Model marketing yang diusung oleh pihak Yamaha dan produsen lainnya saat ini cenderung konvensional. Konvensionalisme marketing ini terlihat dalam kebijakan yang ingin mengungguli produk lawan dengan membuat produk yang mirip. Hal ini terlihat dengan dikeluarkannya Yamaha R-15 untuk menyangi Honda CBR, Yamaha Fino menyangi Honda Scoopy, dan masih banyak lagi produk-produk yang mirip.
1328536174621968876 vs   13285362201885121645 Akankah model marketing yang seperti ini akan mampu memenangi persaingan. Ada baiknya Yamaha tidak terfokus pada model marketing yang demikian, tetapi lebih menitikberatkan pada model marketing dengan mengeluarkan produk baru yang lebih inovatif yang jelas berbeda dari produk kompetitor lainya. Hal ini akan membuat Yamaha memiliki pangsa pasar pribadi dengan tingkat kompetisi produk yang lebih rendah. Selain itu Yamaha juga dirasa sangat perlu untuk melakukan kegiatan promosi yang lebih tepat sasaran seperti sosialisasi teknologi Mixture Jet-Fuel Injection (YMJET-FI) ke masyarakat luas. Sosialisasi ini dapat dilakukan di sekolah dan kampus khususnya yang terkait langsung dalam dunia mesin, otomotif, dan perbengkelan. Selain di sekolah dan kampus, tidak ada salahnya bila Yamaha mensosialisasikan Mixture Jet-Fuel Injection (YMJET-FI) ke masyarakat pasar yang sesuai dengan spesifikasi produk yang ada. Sebagai contoh Mio J, yang baru saja dilaunching merupakan motor matic yang akan banyak digemari oleh remaja putri hingga ibu-ibu. Oleh sebab itu, produk ini perlu disosialisasikan kepada berbagai komunitas remaja putri dan ibu-ibu. Dengan model sosialisasi yang seperti ini maka akan dirasa lebih efektif karena langsung mengenai sasaran pasar. Sosialisasi produk juga dapat dilakukan melalui media massa dan elektronik yaitu kegiatan periklanan. Media yang seperti ini cukup jitu dalam memperkenalkan suatu produk dalam cakupan yang sangat luas. Kegiatan Optimalisasi Marketing akan berhasil bila didukung oleh sumber daya yang handal. Oleh sebab itu, Yamaha perlu lebih selektif dalam menentukan kompetensi sumber daya yang ada agar benar-benar mampu menciptakan suatu fungsi marketing yang baik. Maksimalisasi Fungsi YES (YES +). Yamaha Engineering Scholl merupakan sebuah program pelatihan Yamaha yang berperan mempersiapkan sumber daya di bidang mesin khususnya roda dua. Selain itu YES juga memiliki kurikulum kewirausahaan untuk mempersiapkan para lulusan dalam menapaki dunia bisnis di bidang otomotif. Keberadaan YES dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Yamaha dalam mempersiapkan para sumber daya handal di bidang motor FI. Yamaha dapat membuat kurikulum baru yang lebih menitik beratkan kepada pembelajaran FI. Hal ini berguna untuk mempersiapkan sumber daya Yamaha dalam menjajaki era FI. Setelah lulus, sumber daya tersebut dapat dipekerjakan sebagai mekanik di daeler-daeler Yamaha di seluruh Indonesia yang memiliki spesialisasi pada maintenance dan service sepeda motor injeksi brand Yamaha. Tersedianya banyak sumber daya yang kompeten di bidang FI tentu akan semakin mengurangi kekuatiran masyarakat terhadap konsumsi sepeda motor FI terutama dalam halmaintenance dan service. Hal ini akan mendorong minat masyarakat untuk menggunakan sepeda motor berteknologi FI daripada sepeda motor biasa. Dengan kesiapan yang seperti ini Yamaha akan selangkah lebih di depan dari pesaing lainnya sehingga masyarakat akan lebih memilih untuk membeli produk sepeda motor injeksi keluaran Yamaha yang telah mempersiapkan segalanya daripada membeli produk sepeda motor dari brand lain yang masih belum siap dalam urusan maintenance dan service.
Menciptakan harga dan kualitas produk yang bersaing (Kompetitif). Tidak dapat dipungkiri bahwa tolak ukur larisnya sebuah produk termasuk sepeda motor sangat ditentukan oleh kualitas dan harga. Semakin rendah harga produk namun kualitasnya tinggi maka itulah yang akan menjadi incaran masyarakat. Oleh sebab itu Yamaha harus mampu menekan harga jual produk sekaligus spare part nya agar lebih rendah dari pesaing lainnya. Atau dapat juga memberikan produk dengan kualitas lebih tinggi dari pesaing lainnya dengan harga yang masih bersaing. Menciptakan Proyek Inovasi (Inovation Project). Semakin tinggi nilai inovasi suatu produk maka semakin besar peluang produk tersebut untuk diminati oleh masyarakat. Bila melihat perilaku konsumtif masyarakat Indonesia yang relatif lebih tertarik dengan hal yang baru maka Yamaha perlu menciptakan berbagai inovasi pada produknya khususnya sepeda motor injeksi. Dalam hal ini inovasi (kebaruan) produk sepeda motor injeksi dapat dititikberatkan pada style produk. Caranya adalah melahirkan produk yang lebih stylist dengan beberapa modifikasi dari produk yang sudah ada seperti V-ixion FI. Varian V-ixion FI sangat potensial untuk dijadikan proyek inovasi yaitu dengan cara meningkatkan kinerja kendaraan, kehandalan, dan nilai estetik. Selain bisa berinovasi dengan produk lama (memperbaiki mutu produk), Yamaha juga dapat melakukan inovasi pada produk baru. Dalam hal ini, Yamaha dituntut untuk berani tampil beda. Meningkatkan kualitas pelayanan konsumen (Exellent Service).

Filosofi yang patut diusung oleh Yamaha adalah pelayanan prima (exellent service) bagi konsumen. Palayanan prima yang dimaksud adalah pelayanan (service) Yamaha yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Pelanggan yang puas adalah seseorang yang merasa mendapat value dari produsen. Value ini dapat berupa produk yang berkualitas, sistem yang baik bahkan berkaitan dengan emosi. Dalam konteks teori customer behavior, kepuasan dapat didefinisikan sebagai perspektif pengalaman konsumen setelah mengkonsumsi atau menggunakan suatu produk atau jasa. Oleh sebab itu, pelanggan tidak akan puas bila harapannya terhadap suatu produk belum terpenuhi. Dengan kondisi pelanggan yang seperti ini ditambah lagi dengan ketatnya persaingan khususnya di bidang sepeda motor injeksi maka Yamaha harus mampu memenuhi harapan pelanggan yang ada, salah satu caranya dengan meningkatkan kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan yang prima dapat dimulai dari pabrikasi dan manajemen kualitas produk sampai pada tahap pemasaran. Adanya pelayanan prima yang demikian akan mengakumulasikan tingkat kepuasan konsumen sehingga menimbulkan kepercayaan yang terus meningkat. Akhirnya akan berdampak pada meningkatnya jumlah jual produk Yamaha. Secara garis besar rangkuman langlah strategis Yamaha dalam memenangi persaingan industri otomotif Indonesia khususnya bidang sepeda motor injeksi meliputi Optimalisasi Marketing (OM), Maksimalisasi Fungsi YES (YES +), Kompetitif, Menciptakan Proyek Inovasi (Inovation Project), dan Meningkatkan Exellent Service. Semoga ide ini bermanfaat bagi Yamaha dalam menapaki era sepeda motor injeksi di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Strategi Yamaha Dalam Memenangi Persaingan Teknologi Fuel Injection Pada Industri Otomotif Indonesia

06 Februari 2012 13:56:23 Diperbarui: 25 Juni 2015 19:59:29 Dibaca : 4,089 Komentar : 1 Nilai : 0 Durasi Baca : 7 menit 1328535045331042...